Tampilkan postingan dengan label Galleri BBJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galleri BBJ. Tampilkan semua postingan
September 04, 2008
Label:
Galleri BBJ
Agustus 25, 2008
Dendang Rindu Keroncong Kebangsaan

Berita Jember, Musik keroncong ternyata dapat membangkitkan rasa kebangsaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan tempo dulu, meski musik yang satu ini hampir saja ditinggalkan utamanya para generasi muda. Demikian disampaikan oleh Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Dedi Agus P. pada saat membuka Festival Keroncong Kebangsaan yang diikuti oleh sekitar 20 peserta dari berbagai daerah se-Jawa Timur diplataran Gedung Balai Serba Guna (BSG) Jember, Minggu pagi (24/8) kemarin.
Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedi Agus P. mengatakan festival yang digelar di plataran BSG tersebut, merupakan wujud pelestarian seni budaya bangsa dan menanamkan rasa cinta dan apresiasinya masyarakat terhadap musik keroncong. “Kegiatan tersebut juga dimaksudkan dalam rangka mensukseskan HUT ke-63 RI dan kegiatan Bulan Berkunjung Ke Jember (BBJ) Agustus 2008, “jelasnya.
Lebih jauh Dedi Agus P menjelaskan, musik keroncong adalah salah satu jenis musik asli yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Keberadaannya harus terus dilestarikan agar tidak punah. Tentunya festival semacam ini harus terus dilaksanakan agar keberadaan musik keroncong tidak sampai dilupakan oleh Bangsa Indonesia sendiri dan justru akan dilantunkan dinegara-negara tetangga dan itu tidak boleh terjadi. “Selain itu dengan sering digelarnya festival lagu keroncong ini diharapkan dapat menambah masyarakat yang mencintai musik keroncong tersebut, ” ujarnya, saat membuka festival kemarin.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Kabupaten Jember, Sudjak Hidayat mengharapkan masyarakat seni khususnya kaum muda, untuk senantiasa memelihara seni budaya nasional seperti halnya Irama Musik Keroncong, “harapnya.
Bahkan Sudjak juga menghimbau khususnya kepada generasi muda untuk tidak alergi terhadap seni budaya nasional seperti halnya Irama Musik Keroncong ini, karena takut dicap norak dan ketinggalan zaman. Padahal mencintai bahkan melestarikan budaya bangsa adalah salah satu tanggungjawab moral kita selaku bagian dari komponen Bangsa Indonesia. ”Melalui seni dan alunan lagu-lagu perjuangan kebangsaan, pada akhirnya akan mampu membangun kehalusan perasaan dan budi pekerti luhur, bahkan bisa mendorong tumbuhnya jiwa nasionalisme, demi tertatanya kembali kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik, “ungkapnya.
Dan momentum seperti ini juga akan cenderung menumbuhkembangkan perilaku cinta damai, sikap reaktif yang dapat menumbuhkembangkan rasa kebangsaan diantara kita terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dewasa ini, ”Ujar Sudjak.
Sudjak juga berpesan dan berharap kepada segenap elemen masyarakat pencinta seni, agar senantiasa memelihara Seni Budaya Daerah yang memperkaya khasanah Seni Budaya Nasional, diantaranya Irama Musik Keroncong di samping seni lainnya, “Bahkan kalau bisa, kita tampilkan kembali kebesaran Seni Budaya Nasional khususnya Irama Musik Keroncong, sehingga kembali menjadi suguhan yang dinikmati masyarakat, “pungkasnya Festival yang diikuti diantaranya dari Kabupaten Kediri, Pacitan, Lumajang dan Banyuwangi dan daerah lainnya di Jawa Timur ini memperebutkan piala Bupati Cup, selain mendapatkan thropi, pemenang juga berhak menerima hadiah uang dengan total Rp 6 juta yang terbagi dalam 6 juara diantaranya juara I, II, III dan juara harapan I, II, dan III. (*/tot).
Selengkapnya.....
Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf. Dedi Agus P. mengatakan festival yang digelar di plataran BSG tersebut, merupakan wujud pelestarian seni budaya bangsa dan menanamkan rasa cinta dan apresiasinya masyarakat terhadap musik keroncong. “Kegiatan tersebut juga dimaksudkan dalam rangka mensukseskan HUT ke-63 RI dan kegiatan Bulan Berkunjung Ke Jember (BBJ) Agustus 2008, “jelasnya.
Lebih jauh Dedi Agus P menjelaskan, musik keroncong adalah salah satu jenis musik asli yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Keberadaannya harus terus dilestarikan agar tidak punah. Tentunya festival semacam ini harus terus dilaksanakan agar keberadaan musik keroncong tidak sampai dilupakan oleh Bangsa Indonesia sendiri dan justru akan dilantunkan dinegara-negara tetangga dan itu tidak boleh terjadi. “Selain itu dengan sering digelarnya festival lagu keroncong ini diharapkan dapat menambah masyarakat yang mencintai musik keroncong tersebut, ” ujarnya, saat membuka festival kemarin.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Kabupaten Jember, Sudjak Hidayat mengharapkan masyarakat seni khususnya kaum muda, untuk senantiasa memelihara seni budaya nasional seperti halnya Irama Musik Keroncong, “harapnya.
Bahkan Sudjak juga menghimbau khususnya kepada generasi muda untuk tidak alergi terhadap seni budaya nasional seperti halnya Irama Musik Keroncong ini, karena takut dicap norak dan ketinggalan zaman. Padahal mencintai bahkan melestarikan budaya bangsa adalah salah satu tanggungjawab moral kita selaku bagian dari komponen Bangsa Indonesia. ”Melalui seni dan alunan lagu-lagu perjuangan kebangsaan, pada akhirnya akan mampu membangun kehalusan perasaan dan budi pekerti luhur, bahkan bisa mendorong tumbuhnya jiwa nasionalisme, demi tertatanya kembali kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik, “ungkapnya.
Dan momentum seperti ini juga akan cenderung menumbuhkembangkan perilaku cinta damai, sikap reaktif yang dapat menumbuhkembangkan rasa kebangsaan diantara kita terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dewasa ini, ”Ujar Sudjak.
Sudjak juga berpesan dan berharap kepada segenap elemen masyarakat pencinta seni, agar senantiasa memelihara Seni Budaya Daerah yang memperkaya khasanah Seni Budaya Nasional, diantaranya Irama Musik Keroncong di samping seni lainnya, “Bahkan kalau bisa, kita tampilkan kembali kebesaran Seni Budaya Nasional khususnya Irama Musik Keroncong, sehingga kembali menjadi suguhan yang dinikmati masyarakat, “pungkasnya Festival yang diikuti diantaranya dari Kabupaten Kediri, Pacitan, Lumajang dan Banyuwangi dan daerah lainnya di Jawa Timur ini memperebutkan piala Bupati Cup, selain mendapatkan thropi, pemenang juga berhak menerima hadiah uang dengan total Rp 6 juta yang terbagi dalam 6 juara diantaranya juara I, II, III dan juara harapan I, II, dan III. (*/tot).
Label:
Galleri BBJ
Selain Kabupaten Eks Besuki, Lumajang dan Probolinggo Hadir
.jpg)
Memperingati HUT ke 63 di Jember lewat Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) episode II, tidak saja menggelar event untuk masyarakat kelas menengah keatas. Namun bagi peternak sapi, kambing dan domba di Jember ajang ini digunakan untuk pamer ternaknya.
Kontes yang bakal digelar tanggal 26-27 Agustus 2008 di Tanggul Kulon rencana peserta dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo. “Ternak yang siap hadir diperkirakan 225 ekor sapi dan 100 ekor kambing dan domba yang telah sanggup hadir dari Jember diwakili setiap kecamatan,”ungkap Soenyoto, Kasi Pembibitan dan Penyuluhan Disnakan Jember ditemui di ruang kerjannya kemarin.
Tujuan dilakukan kontes itu menurut panitia tidak saja memberikan nilai lebih pada ternak yang dibesarkan oleh petani itu sendiri. “Diharapkan Kabupaten Jember bisa mendukung Indonesia swasembada daging pada tahun 2010,”ujarnya.
Tidak hanya itu sebenarnya dalam kontes yang dilakukan selama dua hari di Jember. Diharapkan ada daya tarik dari peternak lain yang belum melakukan hal yang sama dalam beternak. “Agar membudidayakan sapi, kambing atau domba bisa dilakukan inseminasi buatan (IB),”tandasnya.
Sapi, domba dan kambing dalam kontes itu oleh panitia akan melombakan 9 katagori diantaranya sapi kereman (Exstrem), sapi kereman (poel1-3), sapi calon kereman (Belum poel), sapi induk (minimal beranak 1), sapi calon induk (belum beranak).
Swdangkan untuk jenis kambing dan domba akan dilombakan katagori kambing jantan (Umur > 1 tahun, minimal poel 1 pasang), kambing betina (telah beranak, minimal poel 1 pasang), domba jantan (Umur > 1 tahun, minimal poel 1 pasang), domba betina (telah beranak, minimal poel 1 pasang). “Penilaian akan dilakukan pada tanggal 26 agustus 2008, sehari menjelang pengumuman tanggal 28 agustus mendatang,”cetus Soenyoto.
Dalam kontes itu untuk memilih peserta yang telah memiliki kualitas lebih maka panitia akan memilih juara 1-3 di masing-masing kelas.dan pemenangnya juga akan medapatkan uang pembinaan. “Namun untuk semua peserta akan medapatkan piagam penghargaan dari panitia,”terangnya.
Diajang itu, panitia tidak saja menggelar kontes ternak, akan tetapi menggelar pameran yang masih terkait dengan hasil peternakan misalnya pakan ternak, pupuk kompos dan sebagainya. “Akan kita coba dalam pameran itu menggelar susu olahan, limba ternak dibuat bio gas,”bebernya.
Di pameran itu akan ikut serta juga HKTI, KTNA yang akan memamerkan segala produk hasil pertanian dan ternaknya yang selama ini telah dikembangkan oleh petani di Jember.
Sedangkan terkait dengan pendaftaran untuk mengikuti kontes tersebut, panitia telah membuka pendaftaran sejak lama. “Namun untuk lebih jelasnya bisa datang atau telpon ke Dinas Perternakan dan perikanan Kabupaten Jember, Jalan Letjen Suprapto No. 139 Jember, Telpon/Fax (0331) 337275,”terangnya. (*/jok)
Selengkapnya.....
Kontes yang bakal digelar tanggal 26-27 Agustus 2008 di Tanggul Kulon rencana peserta dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo. “Ternak yang siap hadir diperkirakan 225 ekor sapi dan 100 ekor kambing dan domba yang telah sanggup hadir dari Jember diwakili setiap kecamatan,”ungkap Soenyoto, Kasi Pembibitan dan Penyuluhan Disnakan Jember ditemui di ruang kerjannya kemarin.
Tujuan dilakukan kontes itu menurut panitia tidak saja memberikan nilai lebih pada ternak yang dibesarkan oleh petani itu sendiri. “Diharapkan Kabupaten Jember bisa mendukung Indonesia swasembada daging pada tahun 2010,”ujarnya.
Tidak hanya itu sebenarnya dalam kontes yang dilakukan selama dua hari di Jember. Diharapkan ada daya tarik dari peternak lain yang belum melakukan hal yang sama dalam beternak. “Agar membudidayakan sapi, kambing atau domba bisa dilakukan inseminasi buatan (IB),”tandasnya.
Sapi, domba dan kambing dalam kontes itu oleh panitia akan melombakan 9 katagori diantaranya sapi kereman (Exstrem), sapi kereman (poel1-3), sapi calon kereman (Belum poel), sapi induk (minimal beranak 1), sapi calon induk (belum beranak).
Swdangkan untuk jenis kambing dan domba akan dilombakan katagori kambing jantan (Umur > 1 tahun, minimal poel 1 pasang), kambing betina (telah beranak, minimal poel 1 pasang), domba jantan (Umur > 1 tahun, minimal poel 1 pasang), domba betina (telah beranak, minimal poel 1 pasang). “Penilaian akan dilakukan pada tanggal 26 agustus 2008, sehari menjelang pengumuman tanggal 28 agustus mendatang,”cetus Soenyoto.
Dalam kontes itu untuk memilih peserta yang telah memiliki kualitas lebih maka panitia akan memilih juara 1-3 di masing-masing kelas.dan pemenangnya juga akan medapatkan uang pembinaan. “Namun untuk semua peserta akan medapatkan piagam penghargaan dari panitia,”terangnya.
Diajang itu, panitia tidak saja menggelar kontes ternak, akan tetapi menggelar pameran yang masih terkait dengan hasil peternakan misalnya pakan ternak, pupuk kompos dan sebagainya. “Akan kita coba dalam pameran itu menggelar susu olahan, limba ternak dibuat bio gas,”bebernya.
Di pameran itu akan ikut serta juga HKTI, KTNA yang akan memamerkan segala produk hasil pertanian dan ternaknya yang selama ini telah dikembangkan oleh petani di Jember.
Sedangkan terkait dengan pendaftaran untuk mengikuti kontes tersebut, panitia telah membuka pendaftaran sejak lama. “Namun untuk lebih jelasnya bisa datang atau telpon ke Dinas Perternakan dan perikanan Kabupaten Jember, Jalan Letjen Suprapto No. 139 Jember, Telpon/Fax (0331) 337275,”terangnya. (*/jok)
Label:
Galleri BBJ
Agustus 12, 2008
Juli 21, 2008
Juli 14, 2008
Juli 07, 2008
Juli 03, 2008
Juni 28, 2008
Bupati Jember, MZA Djalal (Sabtu pagi) melepas kirab BBJ 2008
-------------------------
MZA Djalal
saat melepas kirab BBJ 2008
-------------------------
Selengkapnya.....
Label:
Galleri BBJ
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)






